Under Publishing House, Added at 2018-08-21 10:06:27

Hai, Stilovers! Banyak cerita yang beredar seputar kehamilan dari pantangan larangan, sampai anjuran untuk ibu hamil. Nah, semuanya itu apa memang fakta atau malah bisa jadi mitos? Stiletto mau berbagi informasi nih tentang mitos kehamilan dan juga fakta yang ada di baliknya.

Menjalani masa kehamilan memang suka seneng-seneng takut. Takut kalau ada yang salah dan bisa berakibat kurang baik ke ibu ada calon bayi, apalagi buat yang pertama kali hamil, iya kan?

Maka dari itu Stiletto akan berikan yang spesial untuk Stilovers yang sedang hamil, yang mau hamil, atau siapa saja yang membutuhkan informasi tentang mitos dan fakta seputar kehamilan ini. Let’s start, Dear!

 

10 Mitos kehamilan dan faktanya yang mesti diketahui oleh ibu hamil

 

Mitos kehamilan dan faktanya

1. Ibu hamil harus makan dua porsi.

Faktanya: Makan secara berlebihan selama masa kehamilan dapat meningkatkan risiko bayi yang dikandung akan mengalami kegemukan dan memberikan masalah kesehatan di kemudian hari.

Jika mengalami lonjakan berat badan yang signifikan, maka kemungkinan bayi yang dikandung untuk terkena penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan stroke, sangatlah tinggi. Dari pada makan banyak langsung 2 porsi, sangat dianjurkan makan sedikit tapi sering. Tetapi harus mengurangi asupan gula dan karbo.

Makanan yang dianjurkan dokter untuk lebih banyak dikonsumsi oleh ibu hamil adalah sayur, buah, kacang-kacang-kacangan, dan makanan lain yang mengandung protein tanpa lemak. 

 

2. Ibu hamil tidak boleh minum kopi.

Faktanya: Kopi, teh, minuman bersoda, dan cokelat mengandung kafein yang dapat mengganggu emosi, sulit tidur dan merangsang untuk berkemih lebih banyak. Selain itu, kafein di dalam kopi dapat menembus plasenta ibu hamil dan bisa berdampak pada janin yang dikandung. 

Berikut jumlah umum kafein dalam makanan dan minuman:

  • 60-200 mg kafein dalam satu cangkir kopi seduh.
  • 140 mg kafein dalam satu cangkir kopi saring.
  • 100 mg kafein dalam satu cangkir kopi instan.
  • 40 mg kafein dalam satu botol soda.
  • 75 mg kafein dalam satu cangkir teh.
  • 25-50 mg kafein dalam 50 g cokelat.

Namun, bukan berarti tidak boleh sama sekali. Boleh kok ibu hamil minum kopi, asalkan masih dalam batas wajar.

Batas maksimal konsumsi kafein bagi ibu hamil dalam sehari adalah 200 mg atau sekitar dua cangkir kopi instan. Jadi, perhatikan kandungan kafein dalam teh, kopi, cokelat dan makanan lain yang tertera pada label kemasan ya.

 

3. Makanan yang dikonsumsi ibu selama hamil memengaruhi kepribadian anak.

Faktanya: Belum ada penelitian yang menyatakan kalau makanan yang dikonsumsi oleh ibu, akan memengaruhi sifat anak. 

Sifat anak terbentuk murni dari hasil interaksi dengan orang tua dan lingkungan (faktor psikologis). Makanan ibu lebih berpengaruh pada tumbuh kembang janin di dalam perut ibu.

 

4. Minum minyak kelapa memudahkan proses persalinan.

Faktanya: Menurut dr. Yusfa Rasyid, SpOG dari RSIA YPK Mandiri, minyak kelapa tidak ada hubungannya dengan lancarnya kelahiran. Karena minyak kelapa itu kalau diminum akan masuk ke saluran pencernaan, bukan masuk rahim atau jalan lahir.

 

5. Minum air kelapa bikin kulit bayi putih.

Faktanya: Janin yang lahir cukup umur—di atas 36 minggu—akan bersih karena vernix caseosa (lemak yang menutupi tubuh janin) semakin berkurang, dan tak ada hubungannya dengan air kelapa. 

Saat bayi lahir kurang bulan, biasanya masih ada lemak menutupi kulitnya dan itu juga bukan sesuatu yang kotor. Lemak tersebut adalah lemak baik yang melindungi janin di perut ibu. 

Meski demikian, air kelapa juga baik untuk ibu hamil, lantaran air kelapa bagus buat ibu dan janin karena mengandung elektrolit, klorida, kalium, magnesium, moderat jumlah gula, natrium dan protein yang tinggi. 

Kandungan kaliumnya bisa membantu mengatur tekanan darah dan fungsi jantung. Air kelapa juga mengandung serat, mangan, kalsium dan vitamin C.

 

6. Melihat gerhana bulan/menjahit/memotong benang/memotong kain membuat bayi lahir dengan keterbatasan fisik terlebih pada bibir.

Faktanya: Keterbatasan fisik pada bibir—yang disebut dengan bibir sumbing—terjadi karena faktor genetic atau pengaruh obat-obatan yang dikonsumsi ibu hamil, terutama saat trimester pertama dan kedua, dan juga efek radiasi.

 

7. Minum air es membuat janin tumbuh besar.

Faktanya: Minum air es selama kehamilan tidak membuat janin menjadi besar. 

Ukuran janin yang besar bisa ditentukan oleh faktor genetik dan asupan nustrisi. Orang tua yang bertubuh besar sangat mungkin akan melahirkan bayi yang besar. Asupan nutrisi yang baik juga sangat memengaruhi perkembangan fisik janin. Beberapa penyakit tertentu seperti diabetes juga bisa menyebabkan bayi yang dilahirkan memiliki berat badan yang lebih besar.

Minum air es disarankan oleh dokter, demi membuat air putih biasa yang terasa hambar itu menjadi lebih segar dan tidak menimbulkan mual pada ibu hamil. Tapi ingat, jangan ditambah gula (teh manis, es sirup, dan lain-lain), karena gula inilah yang membuat berat janin menjadi di atas normal.

 

8. Ibu hamil dilarang makan sushi.

Faktanya: Boleh saja, asalkan pilih sushi yang sudah diproses dengan baik hingga benar-benar matang, dengan suhu yang aman yaitu sekitar 63 derajat Celcius dalam waktu minimal 15 detik.

Makanan laut sangat bermanfaat dalam menurunkan kecemasan yang sering kali dialami oleh ibu hamil lo. Para penelitian dari Children 90-an di University of Bristol dan Universitas Federal Rio de Janiero, Brasil, menemukan bahwa wanita yang tidak pernah makan seafood memiliki kemungkinan 53% lebih besar mengalami tingkat kecemasan tinggi ketimbang mereka yang mengonsumsinya secara teratur. 

Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa dua kali makan ikan putih dan satu kali makan ikan berminyak setiap minggu akan cukup untuk menangkal kecemasan.

Biasanya kekhawatiran makan sushi ini datang dari rasa takut akan adanya parasit yang ada di dalam ikan. Namun, salmon jarang mengandung parasit yang berbahaya. 

Menurut National Academy of Sciences Institute of Medicine, kebanyakan penyakit seafood terjadi karena bahan yang digunakan adalah sejenis  kerang, bukan dari ikan. 

 

9. Tidak boleh mengecat kuku dan rambut saat hamil.

Faktanya: Menurut buku Happy Pregnancy, karya Nana Aditya, S.Si, ibu hamil boleh saja mengecat kuku atau rambutnya.

Kalau dengan mengecat kuku dan rambut, efeknya bisa lebih bersemangat dan lebih menikmati masa-masa kehamilan ya, why not? 

Hanya saja paparan bahan kimia dalam pewarnaan kuku dan rambut dikhawatirkan terserap kulit dan masuk ke kandungan  yang akan mengganggu janin. Demikian juga bau menyengat dari produk perawatan kuku dan rambut dapat menyebabkan mual. 

Nah, kalau ingin melakukan pewarnaan kuku dan rambut, maka pilih tempat dengan ventilasi yang memadai dan memastikan produk yang digunakan adalah produk yang aman dan sudah disertifikasi dinas kesehatan.

 

10. Selama hamil tidak boleh makan nanas dan durian.

Faktanya: Tidak ada larangan tidak boleh makan nanas dan durian. Semuanya boleh dimakan, asalkan jumlahnya tidak berlebihan. Karena yang berlebihan  itu tidak bagus, Dear. 

Walaupun begitu, kita tetap wajib berhati-hati ya. Konsultasikan dulu dengan dokter kandungan apakah Stilovers boleh makan makanan jenis tertentu tersebut, terutama jika kehamilannya termasuk rawan. 

 

Happy Pregnancy

 

Nah, kalau mau lebih lengkap info mengenai seputar kehamilan ini, Stiletto punya buku yang recommended banget, yaitu Happy Pregnancy karya Nana Aditya, S.Si. 

Di buku ini ada informasi lengkap banget seputar kehamilan, dari A sampai Z. Kalau mau pesan langsung bisa hubungi nomor yang ada di Instagram @Stiletto_Book yah, atau kalau mau beli di toko buku, juga ada juga kok. Tersedia di Gramedia, Togamas, dan Kharisma.

So, see you on the next parenting article ya Stilovers.

Cheers!

 

Faiqotul Himma

IG @paypeypoy

 


Share this: