Under Publishing House, Added at 2017-02-03 14:12:08

 

Hi, Stilovers!

Sudah menerbitkan buku melalui Stiletto Indie Book? Kalau memang sudah, yuk, sekarang saatnya kamu promosi, supaya buku kamu laris dipesan.

What?

Kamu belum tahu bagaimana caranya mempromosikan buku kamu?

Hmmm, yah, yang pasti sih, jangan cuma duduk diam saja menunggu ada yang order di situ. Karena, kalau kamu nggak promosi, ya orang nggak akan tahu kalau kamu baru saja punya buku. Iya nggak, sih?

Iya, memang Stiletto juga melakukan promosi terhadap buku indie yang baru kamu terbitkan. Tapi, pastinya, penjualan bukumu akan lebih optimal jika kamu juga melakukan promosi, Stilovers.

Nggak usah bingung, gimana cara promosiin buku, atau bahkan bingung dari mana mulai promosi. Stiletto punya beberapa tip promosi buku nih, yang bisa kamu coba.

 

Tip promosi buku indie

  1. Hidupkan segera akun media sosialmu

Bukumu sudah selesai kamu tulis? Dan, sudah kamu kirimkan ke redaksi Stiletto Indie Book untuk dilakukan proof reading?

Kalau begitu, nggak usah tunggu nanti-nanti, sekaranglah saatnya kamu mulai promosi. Yes, sekarang, Stilovers. Yuk, yuk, yang tadinya akun-akun media sosialnya nggak pernah diupdate, Twitter-nya dicuekin, Instagram-nya antara ada dan tiada, Facebook-nya bersarang laba-laba, bisa mulai dibersihin. Mulai diisi-isi. Mulai say hi ke teman-teman. Mulai bikin status yang “mencerminkan bahwa kamu penulis”.

Yang punya blog, mulai diisi juga. Tulislah hal-hal yang berhubungan dengan kepenulisanmu. Bahkan kamu juga bisa mulai kasih teaser-teaser mengenai buku barumu itu. Misalnya nih, desain cover yang direkomendasikan oleh Stiletto sudah jadi, kamu bisa tuh bikin polling di Facebook kamu. Minta pendapat teman-teman untuk kasih masukan, atau pilih di antara cover yang ada.

Kalau kamu sudah melakukannya, well, congrats! Kamu baru saja “mencuri start” promosi.

 

  1. Susun rencana promosi

Promosi buku bisa dilakukan dalam 2 cara, Stilovers, yaitu secara online dan offline.

Untuk promosi online, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan nih. Let’s see ya. Kamu bisa merencanakan untuk:

  • Dalam 2X seminggu kultwit mengenai isi buku di Twitter.
  • 3 hari sekali post foto buku di Instagram
  • 3 hari sekali post cerita di balik buku di Facebook
  • Jika kamu punya blog, bikin deh tulisan behind the scene penulisan bukumu.

Untuk promosi offline, kamu bisa merencanakan untuk membuat mini launching buku di kafe kecil di kotamu. Ajak teman-temanmu untuk bersama berdiskusi mengenai bukumu.

 

  1. Manfaatkan bukti terbit

Kamu mendapatkan bukti terbit dari Stiletto Indie Book, kan?

Nah, manfaatkanlah buku bukti terbit yang kamu dapatkan itu. Jika memang hanya sedikit, kamu bisa memilih satu atau dua teman kamu yang kira-kira bisa membantumu untuk mensosialisasikan dan mempromosikan bukumu.

Minta mereka untuk posting di akun media sosial mereka sesuai dengan jadwal yang sudah kamu buat. Pastikan nggak bertabrakan dengan jadwal promosimu sendiri ya, supaya bisa bagi tugas aja gitu. Setiap waktu ada buku kamu yang beredar di akun media social.

Masih ada lagi bukti terbit yang tersisa? Coba kamu bikin kuis berhadiah bukumu.

 

  1. Beri bonus untuk pemesan

Kamu juga bisa memanfaatkan masa Pre-order yang biasanya diberlakukan selama 10 hari oleh Stiletto Book lho. Misalnya nih, selama masa Pre-order ada merchandise lucu untuk 20 pemesan buku pertama. Atau bonus tanda tangan untuk mereka yang memesan langsung padamu.

Merchandise-nya nggak perlu yang terlalu mahal. Kamu bisa kok bikin pembatas buku sendiri dengan origami yang bentuknya lucu-lucu. Tuh, tutorialnya banyak di Pinterest. Tinggal search aja ;) Dengan sedikit usaha, “jualan” kamu pun jadi lebih menarik kan?

 

  1. Tentang masa promosi

Tentukanlah berapa lama waktu promosi bukumu. 1 bulan? 2 minggu? Jika sudah kamu tentukan, maka fokuslah untuk berpromosi selama waktu tersebut.

Kalau waktu berpromosi kamu sudah selesai, maka berikan jeda. Biarkan teman-temanmu sedikit “berlega” dari derasnya arus promosimu.

Nah, sementara kamu jeda promosi, perluas networking kamu. Bergabunglah ke komunitas yang sesuai, berkenalanlah dengan lebih banyak teman baru. Tentukan pula, seberapa lama waktu jeda ini berlangsung.

Setelah masa jeda selesai, dan kamu merasa sudah punya network baru, maka mulailah masa promosi lagi. Bukalah masa Preorder batch 2, 3, dan seterusnya lagi.

Yes, Stilovers, promosi adalah aktivitas terus menerus, nggak cuma sekali, jika kamu ingin penjualan kamu sukses. Setuju?

Semangat ya!

 

Setelah semua taktik promosi di atas kamu lakukan, maka mungkin kemudian akan tiba saatnya kamu menulis buku lagi. Iya, dengan menulis buku baru, kamu berarti juga kembali mempromosikan buku terdahulumu lho.

Misalnya dengan kalimat, “Aku bakalan bikin buku kedua lho. Eh tapi, sebelumnya, sudah pada punya buku pertamaku belum?”.

See? Promosi itu bisa kamu lakukan sampai kapan pun. Itulah keunggulan buku indie, Stilovers. Nggak ada batasan promosi dan waktu display. Bukumu juga akan terus di display di website Stiletto Book, tetap dipajang di social media Stiletto Book, dan juga ebook-nya akan tetap ada di Google Play Book dan Scoop.

But however, jika kamu ingin lebih mendorong penjualan buku kamu, kamu bisa juga lho meminta Stiletto Book untuk mendistribusikan buku kamu ke toko buku. Pastinya akan ada syarat dan ketentuan berlaku ya. Hubungi Stiletto Book untuk informasi lebih lanjut ya!

Nah, sudah siap mempromosikan buku indie kamu sekarang? Yuk, semangat!

 

Salam,

Carolina Ratri


Share this: