
Banyak hal yang harus diusahakan jika kamu ingin menjadi seorang penulis. Mulai dari teknik menulismu yang harus ditingkatkan seiring jam terbang, pun kamu harus lebih disiplin.
Mengapa? Karena menulis itu pekerjaan yang punya banyak sekali godaan. Apa saja hayo, godaannya? Jenuh, itu dia salah satu godaan terbesarnya. Kalau sudah jenuh, terus ngapain? Ya, scrolling media sosial nyari gosip-gosip terbaru, window shopping di marketplace, atau rebahan berlama-lama.
Alhasil, enggak menghasilkan tulisan apa pun hari ini. Duh. Apalagi atas nama writer’s block. Sudah buka laptop, ide tak kunjung datang.
Akhirnya ya, menyerahlah. Tutup laptop, dan beralih ke aktivitas lainnya.
Well, jika kamu ingin menjadi penulis, sebaiknya kamu harus bisa mengalahkan semua godaan itu, dan jadi lebih disiplin, agar cita-citamu punya buku dan diterbitkan oleh Stiletto Book segera tercapai.
Meski klise, tapi banyak yang bilang lo, bahwa kedisiplinan adalah kunci sukses semua orang, dalam bidang apa pun yang mereka minati. Termasuk menulis.
Lalu, bagaimana caranya ya supaya bisa jadi lebih disiplin menulis? Apakah ini berarti kita harus mengurangi hobi-hobi kita demi bisa fokus menulis?
Ya, enggak gitu juga sih. Coba deh, kamu praktikkan tip untuk menjadi lebih disiplin dalam menulis ala Stiletto Book berikut ini.
5 Cara untuk Lebih Disiplin Menulis

1. Buat Waktu Menulis
Agar bisa lebih disiplin, maka kamu harus membuat waktu untuk menulis. Menulis harus punya waktu tersendiri. Bukan hanya meluangkan waktu untuk menulis. Karena “meluangkan” berarti kalau ada waktu luang, kalau tidak ada waktu luang ya enggak menulis. Hal ini akan menurunkan prioritas menulis ke urutan kesekian.
Buatlah waktu untuk menulis, tentunya disesuaikan dengan kesibukanmu sehari-hari. Misalnya, kalau pagi sampai sore kan ngantor atau kuliah. Full seharian, enggak bisa menulis. Maka, mungkin kamu bisa membuat waktu untuk menulis setelah salat subuh sampai waktunya kamu bersiap berangkat beraktivitas, misalnya.
Atau, misalnya kamu memang sibuk sekali di hari kerja, kamu bisa membuat waktu untuk menulis di akhir pekan.
Enggak masalah berapa banyak kamu bisa membuat waktu untuk menulis, yang pasti menulislah di saat-saat yang sudah kamu tentukan itu.
2. Konsisten
Disiplin dan konsisten, itu sepaket. Kalau kamu pengin jadi lebih disiplin, maka konsistenlah dengan niatmu.
Kerjakan apa yang sudah kamu agendakan selama waktumu menulis. Lakukan secara teratur agar apa yang sudah kamu jadwalkan bisa berjalan lancar.
Usahakan untuk tidak melanggar jadwal yang sudah kamu atur sendiri ya, Stilovers. Nggak lucu banget rasanya, kalau kamu pengin menjadi seorang penulis sukses tetapi jadwal dan agendamu sendiri dilanggar.
Konsistensi terhadap jadwal yang sudah kamu buat merupakan langkah awal pendisiplinan diri. Jika hal ini akhirnya bisa menjadi kebiasaan dan rutinitasmu, maka sudah pasti deh, kamu akan sukses dengan apa pun yang kamu kerjakan. Termasuk menulis.

3. Buat Target
Kalau kamu sudah membuat waktu atau jadwal menulis, dan sudah pula bisa konsisten mematuhinya, maka berikutnya kamu bisa membuat target untuk dirimu sendiri.
Target ini juga komponen penting jika kamu pengin lebih disiplin dalam menulis lo!
Target tidak harus selalu besar kok, Stilovers. Kamu bahkan bisa membuat target kecil harian. Misalnya saja, buatlah target, hari ini bisa menulis 5 halaman A4 dengan format penulisan standar. Atau mungkin kamu bisa juga membuat target dengan jumlah kata. Misalnya, setiap hari harus bisa menulis 1000 kata.
Jika kamu merasa belum tertantang jika hanya dihadapkan pada target-target kecil, cobalah untuk membuat target yang lebih besar. Misalnya, bulan ini harus bisa menyelesaikan bab 2 novelmu. Bulan depan, bab 3 harus selesai. Bulan berikutnya, bab 4 rampung. Dan, seterusnya.
4. Reward & Punishment
Kamu juga bisa–agar membuat dirimu sendiri menjadi termotivasi untuk lebih disiplin–adalah dengan menerapkan reward & punishment.
Well, enggak perlu terlalu keras pada diri sendiri juga sih. Bentuk reward & punishment-nya juga enggak harus berat. Misalnya, ketika berhasil mencapai target, berilah kesempatan pada diri sendiri untuk mengunyah cokelat yang lezat. Jika tidak berhasil, maka malam ini tidak ada camilan, dan langsung tidur saja.
Atau bisa juga misalnya nih, kalau hari ini bisa menyelesaikan 2000 kata dari target 1000 kata, maka besok boleh libur enggak menulis. Tapi, kalau hanya bisa menyelesaikan 500 kata saja dari 1000 kata, maka besok harus bisa menyelesaikan 2500 kata.

5. Fokus
Menjadi lebih disiplin akan mudah kamu capai jika kamu fokus pada tujuanmu. Caranya bagaimana? Ya, singkirkan semua pengganggu yang berpotensi membuatmu terdistraksi selama menulis.
Yes, termasuk pacar, kalau dia memang berpotensi membuatmu gagal fokus terus. Eheum.
Nah, itu dia 5 cara untuk menjadi lebih disiplin dalam menulis. Yuk, dicoba, Stilovers! Masa iya sih, naskah buku terkatung-katung tak pernah terselesaikan hanya karena kamu kurang disiplin dalam menulis?
Terus, kapan dong bisa punya buku sendiri? Iya nggak?
Stiletto sudah siap menunggu naskahmu di sini lo! So, semangat ya!