
Kamu pasti pernah mendengar William Shakespeare kan? Ia menuliskan banyak sekali kisah sastra klasik yang luar biasa. William Shakespeare dikenal sebagai penulis drama Inggris terhebat dan dramawan paling masyhur sepanjang masa. Terutama, yang paling fenomenal, ia telah menulis kisah Romeo & Juliet, yang kisahnya abadi hingga saat ini.
Karya-karyanya yang lain juga masih terus menjadi bahan diskusi, bahan kuliah, bahkan terus dimainkan hingga kini, termasuk karya kolaborasi, yang terdiri dari sekitar 39 drama, 154 soneta, dua sajak naratif, dan sejumlah syair lainnya. Dramanya telah diterjemahkan ke dalam setiap bahasa hidup dan dipentaskan di panggung lebih sering daripada penulis drama lainnya.
Kamu pengin juga bisa menulis novel romance sedalam kisah Romeo & Juliet yang ditulis oleh William Shakespeare? Tenang, ternyata langkah-langkahnya sangat sederhana. Seharusnya siapa saja juga bisa mengikutinya, enggak harus mereka yang pernah belajar ilmu sastra kok.
Secara garis besar, ada 5 bagian novel Romeo & Juliet yang bisa kita telusuri proses penulisannya, yang terkenal dengan istilah Five Act Structure. Mari kita lihat. Spoiler alert ya, karena kita akan mempelajari setiap bagian dari kisah Romeo & Juliet ini agar kamu bisa mengikuti langkah per langkahnya.

5 Langkah Menulis Novel Romance seperti Romeo & Juliet oleh William Shakespeare
1. Act one: The Exposition
Di bagian ini, perkenalan tokoh dilakukan. Di sinilah nama keluarga Montague dan Capulet–keluarga Romeo & Juliet–mulai disebutkan. Ada gambaran mengenai masing-masing keluarga.
Di bagian ini juga, William Shakespeare memperkenalkan subplot (alur cerita sekunder) yang ada, yaitu hal-hal yang membuat kisah cinta Romeo & Juliet–yang menjadi plot utama–bakalan terhambat, yaitu pertikaian antar keluarga Montague dan Capulet.
Jalinlah subplot bersama dengan plot utama, tentukan kapan akan terjadi proses “cute meet” antara kedua tokoh utama. Tebarkan romansa-romansa cinta di sana-sini ketika mereka pertama kali bertatapan. Gambarkan suasana dan tempat ketika mereka pertama kali bertemu.
2. Act two: Rising Action
Di bagian ini, kedua tokoh seakan semakin menegaskan bahwa keduanya akhirnya jatuh cinta, dan hubungan mulai semakin intens, di tengah konflik yang sudah sempat diperkenalkan pada Act One.
Yang terjadi di cerita Romeo & Juliet, mereka begitu jatuh cinta tetapi pertikaian keluarga keduanya juga semakin meruncing. Akhirnya mereka memutuskan untuk menikah diam-diam.

3. Act Three: The Climax
Ketika kamu menulis novel romance dan sudah sampai di bagian ketiga ini, maka sekaranglah saatnya kamu mengajak pembacamu untuk mendaki konflik utama yang semakin memuncak, berbarengan dengan puncak dari subplot.
Dalam drama Romeo & Juliet, pada bagian ini terjadi pertarungan yang sebenarnya setelah Tybalt–sepupu Juliet–membunuh Mercutio, setelah Tybalt tahu Romeo menyusup ke pesta keluarga Capulet. Romeo yang tidak terima temannya dibunuh lantas membalas dendam dan Tybalt pun tewas di tangan Romeo.
Karena hal ini, Romeo pun dihukum buang oleh Pangeran Verona–tetapi sebelumnya ia sempat memberikan malam pengantin yang indah untuk Juliet.
4. Act Four: Falling Action
Di bagian keempat ini, mulai terlihat penyelesaian konflik. Beberapa hal tersembunyi sepanjang bagian satu hingga ketiga mulai terkuak. Jika ada twist–atau pembelokan alur cerita–biasanya juga terjadi di bagian falling action ini.
William Shakespeare menulis novel romance ini dan mengawali bagian keempat dengan kisah keputusan keluarga Capulet untuk menikahkan Juliet dengan Paris, yang tentu saja ditolak mentah-mentah oleh Juliet. Juliet pun meminta bantuan pada Pendeta Lawrence.
Seperti yang sudah kamu tahu, Juliet pun meminum racun yang akan membuatnya terlihat seperti meninggal. Rencananya sih, nanti pada saatnya, Juliet akan bangun dan bisa hidup bersama Romeo.
Di sini, seharusnya Romeo menerima surat dan penjelasan mengenai rencana sesungguhnya. Tapi, sayangnya, Romeo tidak menerima surat tersebut dan berdukalah ia. Romeo pun membeli racun untuk bunuh diri.

5. Act Five: Resolution
Di pemakaman Juliet, Romeo bertarung dengan Paris–yang sebenarnya tidak tahu apa-apa mengenai kematian Juliet. Setelah membunuh Paris, Romeo menenggak racun yang sudah dibelinya, dan akhirnya meninggal.
Juliet terbangun dari tidur, dan mendapati Romeo telah tewas. Akhirnya ia pun ikut meminum racun tersebut.
Di bagian akhir, Pendeta Lawrence mengungkapkan kisah cinta Romeo & Juliet pada masing-masing keluarga Montague dan Capulet, serta rencana mereka tentang kematian palsu Juliet yang berujung tragedi. Kedua keluarga besar penguasa Verona itu berkabung, dan pertikaian mereka pun tidak pernah terselesaikan.
Untuk memperjelas pembagian dalam kisah Romeo & Juliet yang ditulis oleh William Shakespeare ini, kamu bisa melihat diagram Five Act Structure sebagai berikut.

Nah, jika kamu ingin menulis novel romance, buatlah storyboard Five Act Structure ini lebih dulu. Kamu bisa menganggapnya sebagai outline. Baru kemudian masing-masing bagian kamu kembangkan sesuai cerita yang kamu ingin bangun.
Bagaimana, Stilovers? Sederhana saja kan, ternyata, proses menulis William Shakespeare ini?
Jika novelmu sudah selesai, kabarin Stiletto ya! Stiletto bisa bantu kamu untuk menerbitkannya tanpa harus seleksi lo! Kamu bisa cek syarat dan ketentuan kirim naskah di web ini juga.
So, selamat menulis ya! Have fun!